BU AKU TAKUT KEHILANGAN MUKU MOHON JANGAN PERGI!!!!
IBU! memang sangat lah membuat kita menjadi satu pelopor yang akan menggerakan aktivitas dalam kehidupan sehari2 kita, maka dari itu sangat lah sakral jikalau sosok seorang ibu itu menghilang di kehidupan kita.
Seorang anak itu memang sangat lah membingung kan yah, karna sosok ibu jikalau masih ada ia sering kali mengabaikan nya dan ketika telah tiada baru lah ia menyadari bahwa tanpa seorang ibu tak ada apa2 nya hidup ini, huh sangat lah menybalkan.
Ngomong-ngomong tentang ibu saya ada cerita nih dari referensi yang saya temukan agar menjadi pedoman bagi kita semua mengingatkan betapa pentingnya menghargai seorang ibu, yang mereka sempat menyesal akan cuek nya kepada ibu, berikut saya berikan:
Saya bernama Besta umur saya sekarang 18 tahun. Sejak mama masih hidup saya seorang anak bungsu yang sering di manja oleh mama. Biasanya pekerjaan yang saya lakukan ketika mama masih ada yaitu menyuci piring dan menyapu, bahkan kadang saya tidak melakukan nya. Saya dulu sering sekali membantah jika mama dan kakak saya sering menyuruh aku apapun, apalagi jika saya di suruh ke kebun itu adalah hal yang sangat saya tidak ingin lakukan. Tetapi terkadang saya juga merasa kasihan ketika mama pergi kekebun sendirian, ya terpaksa saya harus menemani mama.
Singkat cerita saat saya kelas X SMK saya kehilangan seorang ibu, ibu saya sakit darah tinggi, dengan tekanan darah sampe 300. Saat itu pagi-pagi saya bangun dan menuju kedapur, karena orang kakak sibuk ntah kenapa saya berpikir untuk membantu mama memasak, saya bertanya sama mama apa lauk pagi itu.
Tetapi mama tidak menjawab ku, mama cuman bisa diam sambil minum obat yang biasa mama minum. Karena mama tidak meresponku saya langsung balik ke kamar dan ingin mengerjakan tugas sekolah saya, tetapi disaat saya sedang mengambil buku tiba-tiba mama memanggil aku dan aku langsung pergi lihat mama di kamar. Lalu saya melihat mama terbaring di ranjang dan tidak bisa ngomong apapun, lalu saya memanggil kakak dan bapak, kata terakhir yang keluar dari mama saat itu "panggil bapak sulung". Bapak sulung kami ini juga yang sering ngasih obat kami disaat kami sakit. Lalu kami semua mencari obat saat itu, berusaha memanggil perawat untuk ke rumah. Ketika keluarga besar kami semua terkumpul dan perawat juga memeriksa mama. Setelah di periksa, perawat berkata bahwa tidak ada yang bisa kita lakukan lagi kecuali kekuatan doa. Kami udah berusaha untuk memberikan mama obat, tetapi tak ada tanda-tanda kesembuhan.
Pas jam 09:05 tanggal 08 februari 2021 mama menghembuskan nafas terakhir nya. Disaat itu juga saya sangat merasa kehilangan, saya tidak punya tujuan kedepan. Seiring berjalannya waktu setelah kepergian mama banyak cobaan yang dihadapi, bahkan prestasi di sekolah semakin menurun. Tetapi hari semakin hari saya hanya bisa berdoa agar Tuhan selalu bersama dengan saya, apapun pergumulan dalam hidup ku semuanya kuserahkan kepada Tuhan.
